
Status pesanan di retur artinya barang yang sudah dikirim sedang dalam proses pengembalian dari pembeli ke penjual. Kalau Anda baru saja melihat status ini di aplikasi belanja online dan bertanya-tanya apa artinya, jawabannya singkat: barang tidak sampai ke tangan pembeli secara final, atau pembeli sudah mengajukan pengembalian karena alasan tertentu.
Kata “retur” sendiri berasal dari bahasa Inggris return, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) didefinisikan sebagai “mengirimkan kembali” atau “mengembalikan.” Dalam konteks jual beli, baik di marketplace maupun bisnis konvensional, retur merujuk pada proses pengembalian barang dari pembeli ke penjual karena suatu alasan yang dapat diterima.
Apa Itu Retur Barang?
Retur barang adalah mekanisme pengembalian produk yang telah dibeli oleh konsumen kepada penjual. Ini bukan hal luar biasa dalam transaksi jual beli, baik di toko fisik maupun di platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, atau Lazada. Proses ini sudah berlangsung lama dalam dunia perdagangan dan diatur dengan kebijakan masing-masing platform atau toko.
Dalam akuntansi, retur dibagi menjadi dua perspektif: retur pembelian (dari sisi pembeli yang mengembalikan barang ke penjual) dan retur penjualan (dari sisi penjual yang menerima kembali barang dari pembeli). Keduanya adalah satu peristiwa yang sama, hanya dilihat dari sudut pandang berbeda.
Status “Di Retur” di Marketplace
Saat Anda melihat status “Di Retur” atau “Dalam Proses Pengembalian” di aplikasi marketplace, artinya salah satu dari dua hal ini sedang terjadi: pembeli sudah mengajukan permohonan pengembalian dan menunggu persetujuan penjual, atau paket gagal terkirim dan sedang dalam perjalanan kembali ke pengirim.
Khusus untuk kasus paket gagal terkirim, status ini muncul ketika kurir tidak berhasil mengantarkan paket setelah beberapa kali percobaan, atau karena alamat tidak ditemukan. Paket kemudian dikembalikan ke gudang ekspedisi atau langsung ke penjual, dan status pesanan berubah menjadi “Di Retur.”
Di Retur di Shopee
Di Shopee, pembeli dapat mengajukan pengembalian barang melalui menu “Pesanan” dengan memilih pesanan yang bermasalah, kemudian menekan tombol “Ajukan Pengembalian.” Shopee akan meninjau pengajuan dalam waktu maksimal satu hari kerja. Jika disetujui, pembeli mendapat label retur dan bisa mengirimkan barang tanpa biaya tambahan ke ekspedisi yang ditentukan.
Shopee juga memiliki program Garansi Bebas Pengembalian untuk produk berlabel khusus. Dengan program ini, pembeli bisa mengembalikan barang dalam 5 hari dengan alasan “Berubah Pikiran,” asalkan produk masih tersegel dan belum dipakai.
Di Retur di Tokopedia
Di Tokopedia, pembeli yang menerima barang rusak atau tidak sesuai dapat mengajukan komplain dalam waktu kurang dari 2×24 jam sejak pesanan tiba. Setelah pengajuan disetujui, pihak logistik membutuhkan sekitar 2-3 hari kerja untuk menyiapkan label pengiriman retur. Penjual kemudian punya waktu 2 hari kerja sejak status retur menjadi “Delivered” untuk mengonfirmasi penerimaan barang.
Baca juga: Cara Tes Jaringan Internet di Komputer dan HP dengan Mudah
Alasan Barang Bisa Diretur
Ada beberapa kondisi yang paling sering jadi alasan pengajuan retur di platform belanja online:
- Barang rusak atau cacat saat diterima, baik karena proses produksi maupun kerusakan selama pengiriman
- Barang tidak sesuai deskripsi, misalnya warna berbeda, ukuran tidak cocok, atau spesifikasi tidak sesuai foto produk
- Barang yang diterima salah, seperti mendapat produk lain dari yang dipesan
- Jumlah tidak sesuai, produk yang datang lebih sedikit dari yang dipesan
- Produk kadaluarsa, terutama untuk kategori makanan, minuman, atau kosmetik
- Paket gagal terkirim karena alamat tidak ditemukan atau penerima tidak ada di tempat
Untuk situasi terakhir, proses retur bukan berasal dari inisiatif pembeli, melainkan dari sistem ekspedisi yang mengembalikan paket secara otomatis setelah batas waktu pengiriman terlampaui.
Jenis-Jenis Retur dalam Transaksi Bisnis
Dalam dunia bisnis dan akuntansi, retur tidak hanya terjadi antara pembeli akhir dan toko. Ada dua jenis utama yang perlu dipahami, terutama bagi pelaku usaha:
Retur Pembelian
Retur pembelian terjadi ketika pihak pembeli mengembalikan barang kepada penjual atau pemasok. Dari sisi akuntansi, transaksi ini dicatat dengan mendebit akun utang usaha dan mengkredit akun retur pembelian. Ini mengurangi nilai pembelian yang tercatat dalam pembukuan perusahaan.
Retur Penjualan
Retur penjualan adalah kebalikannya: penjual menerima kembali barang dari pembeli. Dalam pencatatan akuntansi, ini mengurangi pendapatan penjualan. Ada tiga kemungkinan hasil dari retur penjualan: pengembalian uang kepada pembeli (refund), pengurangan piutang, atau penggantian dengan barang baru.
Perbedaan antara retur dan refund penting untuk dipahami. Retur selalu melibatkan pengembalian fisik barang, sedangkan refund adalah pengembalian uang yang bisa terjadi dengan atau tanpa pengembalian barang, tergantung kebijakan penjual.
Proses Retur Barang Secara Umum
Meskipun setiap platform punya prosedur berbeda, alur retur pada umumnya mengikuti tahapan berikut:
- Pembeli mengajukan permintaan retur disertai alasan dan bukti foto atau video kondisi barang
- Penjual atau platform meninjau pengajuan dan memutuskan apakah retur disetujui atau ditolak
- Barang dikirim kembali oleh pembeli menggunakan ekspedisi yang ditentukan, sering kali dengan ongkos kirim gratis
- Penjual memeriksa kondisi barang yang diterima kembali
- Penyelesaian dilakukan: pengembalian dana, penggantian produk, atau kredit toko sesuai kesepakatan
Seluruh proses ini biasanya memakan waktu 7-14 hari, tergantung kecepatan respons penjual dan durasi pengiriman kembali barang.
Tips Menghadapi Status “Di Retur”
Bagi pembeli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar proses retur berjalan lancar:
- Dokumentasikan semuanya. Sebelum membuka paket, rekam video unboxing sebagai bukti kondisi barang saat diterima. Ini sangat berguna jika terjadi sengketa.
- Ajukan dalam batas waktu. Setiap platform punya jangka waktu berbeda untuk pengajuan retur, biasanya 2×24 jam hingga 5 hari setelah barang diterima. Jangan melewati batas ini.
- Baca kebijakan retur sebelum berbelanja. Beberapa kategori produk seperti software digital, produk personal, atau makanan mungkin tidak bisa diretur.
- Simpan semua bukti komunikasi dengan penjual, termasuk tangkapan layar chat atau email.
Bagi penjual, status “Di Retur” sebaiknya tidak langsung dianggap negatif. Penanganan retur yang cepat dan profesional justru bisa meningkatkan reputasi toko dan kepercayaan pembeli jangka panjang. Penjual yang responsif dalam menanggapi keluhan akan mendapat ulasan lebih baik dibanding yang lambat atau mengabaikan pengajuan.
Apa yang Terjadi Setelah Retur Selesai?
Setelah proses retur tuntas, ada tiga kemungkinan hasil yang bisa diterima pembeli:
- Pengembalian dana penuh (full refund): Uang dikembalikan ke metode pembayaran semula atau saldo dompet digital
- Penggantian produk: Penjual mengirimkan produk baru sebagai pengganti barang yang diretur
- Kredit toko: Dana disimpan sebagai saldo di platform untuk digunakan pada pembelian berikutnya
Di Shopee, pengembalian dana biasanya masuk ke ShopeePay dalam 1-3 hari kerja setelah retur dikonfirmasi. Di Tokopedia, estimasi pengembalian dana bervariasi tergantung metode pembayaran, mulai dari instan untuk saldo Gopay hingga beberapa hari kerja untuk transfer bank.
Status “Di Retur” memang membuat deg-degan, baik dari sisi pembeli maupun penjual. Tapi selama prosesnya diikuti dengan benar dan semua pihak kooperatif, penyelesaiannya biasanya tidak serumit yang dibayangkan. Yang terpenting, pahami hak dan kewajiban masing-masing pihak agar proses berjalan adil dan tidak merugikan siapa pun.

